Tak seperti biasanya, tiga hari ini saya harus pulang lebih awal. Membiasakan diri terlelap lebih cepat dan tak lagi terjaga bersama detak detik pergantian hari. Perjalanan pulang yang tak biasa, dan merindukan blue bibir merah dan pengemudinya yang selalu setia menantang dinginnya malam dan kemudian kembali pada jalur yang sama yang panjang dan dingin yang semakin menusuk lalu deringan telepon mengakhiri,...
Senin, 06 April 2009
Dalam lelap dan memori yang mengalir mengulang dalam mimpi, deringannya menghentakkan seketika Okh dia, kutahu sesuatu yang kan diucapkannya dan kutahu ialah pertama .selalu. Ucapan yang menyadarkanku akan arti hari ini tepat saat detak detik kedatangannya. Tak ada lilin, tak sepotong kue, tak juga sekotak hadiah. Lalu tetes itu mengalir sendu dalam keheningan, bukan karena tak hadirnya, kerayaan...
Latest Post
Cinta Di Ranah Impian
by
livingmylife
Cinta Di Ranah Impian
Merah itu mulai menghitam, setelah sekian hari kita lalui. Dalam ruang dingin yang kita hangatkan bersama,kebebasan sempurna atas sebuah lampias hasrat yang tak mampu menjinak. Melawan kutukan moralitas antara impian menghadirkan atau melepaskannya… Dan tetaplah ia kembali menjadi impian karena kita rapuh, kita kalah. Alisa dan Ishmael pergi, meninggalkan sebuah pesan sedih : hadirkanlah aku, tantang...