Being happy is the best cure of all diseases!"


Being happy is the best cure of all diseases!"
—Patch Adams
Saya tidak ingat kapan terakhir saya berhubungan dengan jarum suntik, kecuali hari ini. Tertancap di vena, darah mengalir di spoit dan mata saya lebih berani melihatnya. Tahapan medis pertama selesai.
Selanjutnya, dokter menyilahkan saya berbaring. Sedikit khawatir oleh rasa penasaran dari rasa sakit yang tidak hilang di perut. Si Dokter hanya menggerakkan sebuah alat "Ultrasonografi" memeriksa satu persatu-persatu bagian perut saya. Sebelumnya saya mengira bahwa alat ini hanya digunakan di atas perut hamil. Tak ada rasa apa-apa selain dingin dari gel yang diberikan ke alat itu.
Kenapa dok? ingin menyelesaikan penarasan.
Tungga ya? dia masih mendeteksi, masih menggerakkan alat itu di atas perut saya.
Saya kembali diam, sambil terus memperhatikan monitor yang samar-samar memperlihatkan organ dalam perut saya.
Semuanya normal, tidak seperti deteksi semula. Dokter akhirnya memberikan jawaban.
lalu? sakitnya karena apa ya dok?
Mungkin ada radang, kita tunggu hasil pemeriksaan darah dan urin. Jangan khawatir pada diagnosa awal, tidak ada yang memperlihatkan tanda-tanda Appendicitis.
Appendicitis, maksudnya usus buntu ya dok?
Iya. dokter menjawab singkat dan mempersilahkan saya merapikan pakaian dan meninggalkan ruang pemeriksaan.
Tanpa tanya lagi saya, saya beranjak masih dengan sedikit rasa penarasan.

Latest Post
Senin, 28 Februari 2011

Ke titik nol


Ke titik nol

Setelah sempat beranjak ke angka + 200, kini harus bergeser kembali ke posisi kritis – 50.
Secepat mesin kasir menguras habis lembaran dan koin-koin, sayangnya saya tak menghabiskannya untuk itu. Karena sayalah sebatang tiang untuk beberapa pasak yang melintang. Setumpuk kertas-kertas tagihan sekecap menguras ke angka minus.
Sekarang hanya tinggal berharap, pada dering telepon yang memberi kabar dari setumpuk berkas yang memberi kepastian. Sebelum waktu terus menggeser ke angka minus lebih besar, atau paling tidak saya bisa kembali ke titik nol.
Optimis beradu pesimis, terkadang memang hidup hanya memberikan kesempatan kita untuk terus menggali lubang. Tetapi saya senang melakukannya sendiri tanpa harus melibatkan tangan orang lain.


Senin, 14 Februari 2011

Air mata takkan habis, jadi berhentilah menangis…


Air mata takkan habis, jadi berhentilah menangis…

Saya punya banyak cara untuk membenci kehidupan ini, saya punya setumpuk kata dan redaksi untuk memaki ketidaksukaan, kekecewaan atas jalan dan kehidupan yang terpaksa harus dijalani. Ada banyak ocehan dan kata-kata kotor untuk bisa memuaskan kemurkaan. Saya pun memiliki perangkat teknologi yang bisa menyebarkan kejenuhan ini kemana-mana tanpa peduli siapapun, suka ataupun tidak suka.

Setelah itu saya puas? Ya terkadang saya puas, saya lega. Karena itulah mungkin cara untuk bisa melampiaskannya. Saya memiliki teman, tapi sayang jika kebersamaan harus diselimuti kesedihan, iba dan keluh. Mungkin ini hanyalah bentuk sederhana untuk menghargai mereka.
Kaki dan tangan saya boleh lelah. Tetapi air mata tak pernah bisa menyembuhkan, walau tak akan habis, mulailah untuk berhenti menangis.

Minggu, 16 Januari 2011

Kacang menyembunyikan kulitnya..


Kacang menyembunyikan kulitnya..


Jam menunjukkan pukul 12:00 siang, sudah lebih lima jam mereka berkumpul di tempat ini, masih ada lima jam lagi untuk hari ini agar kaleng yang berada disampingnya menjadi penuh. Masih lama untuk beranjak pulang, tangan mereka masih bergerak dengan cepat. Menekan sebuah alat sederhana menyerupai parang, sedang tangan yang lain menyelipkan dan menahan sebuah kacang mede dibawah bilahnya. Dengan sekali tekan saja, kacang itu sudah terlepas dari kulitnya. Demikian, satu-persatu, berkali-kali, dan secepat mungkin agar kaleng terus terisi dan bertambah berat dengan kacang bersih terkelupas. Dalam kaleng inilah, upah mereka tertampung, tak menghitung waktu yang telah dihabiskan.

Selasa, 11 Januari 2011

Sendu sejoli


Sendu sejoli

Saat darah dan daging ingin berpisah
darah teracuni kimia hingga liar mengalir
sedang daging, menjadi pucat bersama air mata
...

Saya hanya bisa terdiam melihatnya, putus asa..
sepertinya ini bukan dunia yang telah sepanjang hidup ku bersama
saya tak akan memilih di antara keduanya, mereka adalah saya..

Apapun yang terjadi...

+

Blogger templates

About Me

Foto saya
"Don't exist. Live. Get out, explore. Thrive. Challenge authority. Challenge yourself. Evolve. Change forever. It's time to be aggressive. You've started to speak your mind, now keep going with it, but not with the intention of sparking controversy or picking a germane fight. Get your gloves on, it's time for rebirth. There IS no room for the nice guys in the history books. THIS IS THE START OF A REVOLUTION. THE REVOLUTION IS YOUR LIFE. THE GOAL IS IMMORTALITY. LET'S LIVE, BABY. LET'S FEEL ALIVE AT ALL TIMES. TAKE NO PRISONERS. HOLD NO SOUL UNACCOUNTABLE, ESPECIALLY NOT YOUR OWN. IF SOMETHING DOESN'T HAPPEN, IT'S YOUR FAULT. Make this moment your reckoning. Your head has been held under water for too long and now it is time to rise up and take your first true breath. Do everything with exact calculation, nothing without meaning. Do not make careful your words, but make no excuses for what you say. Fuck em' all. Set a goal for everyday and never be tired." — Brian Krans (A Constant Suicide)

Blogroll

About


ShoutMix chat widget