Perjalanan menyusuri pelosok, lorong-lorong, setapak , dan jalan panjang yang tanpa putus akhirnya memperlihatku pada sisi kehidupan yang kadang hanya bisa disaksikan dalam lembaran Koran dan layar kaca. Merasakan langsung Keterbelakangan, kekumuhan, kepasrahan, sisa harapan yang kadang menyelipkan semangat buatku dari mereka yang telah muak dan geram atas konsekuensi hidup seperti ini. Perjalanan yang membuat waktu tak lagi terlihat dalam alur jarum dan angka karena gerak matahari telah menjadikanku jarum yang mengikutinya sepanjang siang bersama terik yang luar biasa mampu teresap oleh kulit walaupun telah terlindungi. hingga saat matahari menenggelam jarum masih terus berputar mengikuti pantulannya dibalik bulan bersama dingin yang kian menusuk seiring tancapan gas tuk melaju lebih cepat.
Dunia telah menarikku pada sebuah nyata, aku terlena dan terjaga disana, hingga hari ini aku memilih terlelap, tuk sehari melepas kerinduan bersama keyboard dan layar monitor tuk menyusun kata dan kalimat yang telah berharihari menggeliat dalam imaji …
akhirnya aku bisa mengisi kembali rumah impianku ini …
siapa butuh pahlawan?
kemuakan dan kebosanan dalam lingkungan aktivisme kini terasa lagi. Kemonotonan, hegemoni, dan kemapanan ideologis telah melahirkan orang-orang memiliki watak yang kehilangan sisi kehidupannya. Ada yang menjadi kiri yang taat dan juga kanan yang taat. Dua arah yang saling berlawanan tapi melahirkan sebuah karakter yang sama. Hasrat untuk tampil, menjadi pelakon utama. Mereka yang begitu eksis dan mendapat panggung atas sebuah kejadian dan kasus, kemudian berkumpul dan berempati lalu tampilah ‘pahlawan-pahlawan’ karena akulah yang bisa menyelesaikan semua ini………
sampai jumpa kawan…
sejak dulu kurasa, aku tak pernah betah dengan kalian
Akhirnya
setelah langkah keenam
It is you and me against the world. Don’t waste our time for tomorrow. With you by my side. I can do anything. You and me against the world.Goodbye to all of our sorrow (Mocca)
masa depan belum tertulis ...
mari melawan dunia
langkah belum henti
He touched me, so I live to know.That such a day, permitted so,I groped upon his breast. It was a boundless place to me, And silenced, as the awful sea Puts minor streams to rest. And now, I'm different from before, As if I reathed superior air, Or brushed a royal gown; My feet, too, that had wandered so, My gypsy face transfigured now To tenderer renown. (Emily Dickinson) 
....................untuk tahun tahun yang telah terlewati.........................
..............dan mimpimimpi yang menunggu untuk diwujudkan.........
....................apakah kejutan yang akan kita temui?..........................
